Rilis Ribuan Sertifikat Palsu Bebas Corona, Pemilik RS Bangladesh Ditangkap

  • Whatsapp
Vaksin Virus Corona
Ilustrasi Virus (Pixabay)

Dailydetik.com – Seorang pemilik rumah sakit (RS) di Bangladesh dituduh merilis ribuan hasil tes negatif virus Corona (COVID-19) yang ternyata palsu kepada para pasien di dua klinik setempat. Dia ditangkap saat hendak kabur ke India dengan mengenakan burqa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/7/2020), pemilik RS bernama Mohammad Shahed (42) ini berhasil ditangkap pada Rabu (15/7) waktu setempat. Penangkapan ini menandai berakhirnya perburuan selama 9 hari berturut-turut.

Bacaan Lainnya

Shahed diburu otoritas Bangladesh karena menerbitkan sertifikat palsu yang menyatakan para pasien dinyatakan negatif atau bebas virus Corona, padahal tidak ada tes Corona yang sebenarnya dilakukan.

Shahed merupakan salah satu dari belasan orang yang ditahan otoritas Bangladesh dalam beberapa hari terakhir terkait hasil tes palsu. Para pakar memperingatkan bahwa dokumen palsu semacam itu memperburuk situasi pandemi Corona yang sudah mengerikan di negara berpenduduk 168 juta jiwa ini. Dengan adanya praktik semacam ini maka publik semakin meragukan kevalidan sertifikat yang diterbitkan klinik dan rumah sakit setempat.

“Dia (Shahed-red) ditangkap di tepi sungai perbatasan saat dia hendak kabur ke India. Dia memakai burqa,” tutur juru bicara Batalion Aksi Cepat, Kolonel Ashique Billah, kepada AFP.

“Rumah sakitnya menggelar 1.500 tes virus Corona, dengan 4.200 tes adalah asli dan sisanya, 6.300 laporan tes, diterbitkan tanpa melakukan tes,” imbuhnya.

Shahed juga dituduh menarik bayaran untuk sertifikat dan perawatan virus Corona, meskipun dia sebelumnya sepakat dengan pemerintah bahwa rumah sakit miliknya di Dhaka akan memberikan layanan secara gratis.

Seorang dokter terkemuka di Bangladesh dan suaminya juga ikut ditangkap polisi dan dituduh menerbitkan ribuan sertifikat palsu yang menyatakan bebas Corona dari laboratorium mereka di Dhaka.

Pekan lalu, Italia menangguhkan penerbangan dari Bangladesh menuju Roma demi membatasi penyebaran virus Corona. Penangguhan dilakukan setelah beberapa penumpang yang tiba dari Dhaka dinyatakan positif Corona.

“Beberapa warga Bangladesh yang dinyatakan positif di Italia, diduga membawa sertifikat COVID palsu dari Bangladesh. Pemerintah harus memastikan kualitas tes COVID-19 di laboratorium lokal demi pasar kerja luar negeri,” ucap Shakirul Islam dari kelompok pejuang hak migran OKUP.

Sejauh ini, Bangladesh mencatat lebih dari 193 ribu kasus Corona, dengan 2.457 kematian. Namun para pakar medis meyakini angka sesungguhnya jauh lebih tinggi karena tes Corona yang dilakukan pemerintah terlalu sedikit.

Pos terkait